Batu Misterius Al Naslaa di Arab, Terbelah Sempurna yang Jadi Teka-Teki Dunia

Rate this post

ADVERTISEMENT

Sekitar 50 kilometer di selatan Oasis Tayma, Arab Saudi, berdiri salah satu batu paling misterius di dunia, Al Naslaa. Batu raksasa tersebut terlihat seolah dibelah dengan alat canggih, seperti sinar laser, tetapi tetap berdiri stabil di atas dua alas batu yang sempurna.

Mengutip dari laporan IFLScience, para peneliti menjelaskan bahwa batu Al Naslaa telah lama menjadi teka-teki geologi yang membingungkan.

Formasi Batuan Al Naslaa terbentuk dari dua blok besar batu pasir yang dipisahkan oleh celah misterius setipis pensil. Celah tersebut hampir lurus dan halus sempurna, membagi apa yang dulunya merupakan batuan besar menjadi dua bagian simetris.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Formasi Al Naslaa memiliki tinggi sekitar 6 meter dan lebar 9 meter. Para ilmuwan belum memiliki jawaban yang pasti bagaimana celah aneh antara dua blok tersebut terbentuk.

Belahan yang begitu rapi tersebut sempat memicu spekulasi tentang campur tangan teknologi atau bahkan makhluk luar angkasa. Akan tetapi, para ahli menegaskan ada penjelasan alami berbasis proses geologi dan cuaca ekstrem gurun.

Al Naslaa sendiri telah lama dikaji oleh para ahli geologi Timur Tengah sebagai formasi batu pasir kuno yang menyimpan bukti sejarah lingkungan dan aktivitas manusia ribuan tahun lalu di wilayah gurun Tayma.

Selain bentuknya yang tidak biasa, batu ini juga menjadi lokasi petroglyph kuno (ukiran batu bergambar hewan dan manusia) yang menunjukkan bahwa tempat ini pernah menjadi pusat budaya di masa lampau.

Misteri Retakan Sempurna di Tengah Gurun

Hingga kini, para ilmuwan belum sepenuhnya sepakat tentang penyebab belahan sempurna di batu Al Naslaa. Menurut Geology Science, peneliti telah mengusulkan beberapa teori untuk menjelaskan pemisahan tengah batuan tersebut, salah satunya menunjukkan bahwa celah tersebut terbuka sebagai akibat dari tektonik lempeng.

Teori itu menyebutkan batu ini terletak di atas garis patahan (fault line). Pergerakan tanah di bawahnya mungkin menciptakan retakan kecil yang kemudian diperluas oleh erosi angin dan pasir selama ribuan tahun. Angin yang terus berhembus membawa butiran pasir halus melewati celah tersebut, perlahan mengikis permukaan retakan hingga terbentuk garis lurus nyaris sempurna.

Teori lain mengaitkan belahan ini dengan proses alami bernama "jointing", yaitu retakan yang terbentuk di batuan tanpa pergeseran posisi. Dalam geologi, sambungan seperti ini kerap membentuk pola pecahan yang sangat lurus dan simetris, seperti yang terlihat pada Al Naslaa.

Ada juga penjelasan berbasis pelapukan beku-cair (freeze-thaw weathering). Jika air masuk ke celah kecil di batu, lalu membeku dan mengembang, retakan akan semakin melebar setiap kali suhu naik turun.

Nantinya, dalam rentang waktu ribuan tahun, perubahan ekstrem di gurun dapat memperlebar celah hingga membelah batu secara utuh seperti yang saat ini terlihat di Al Naslaa.

Adapun teori lain menyebutkan Al Naslaa terbelah menjadi dua akibat air membeku dan memperluas retakan kecil di batuan. Retakan kecil ini mungkin akhirnya menyatu dan membuka celah lurus yang kita lihat saat ini.

Dalam hal ini, Al Naslaa akan menjadi dua batuan terpisah ketika periode dingin berakhir ribuan atau jutaan tahun yang lalu, mencairkan air di celah tersebut seperti dikutip dari Live Science.

Seni Alam dan Warisan Manusia Purba

Selain retakan sempurnanya, daya tarik Al Naslaa juga terletak pada dua alas batu kecil di bawahnya yang membuat batu utama tampak seperti melayang. Bentuk ini dikenal sebagai mushroom rock, umum ditemukan di lanskap gurun akibat erosi angin dan perbedaan tingkat kekerasan batuan.

Namun, misteri tidak berhenti sampai di situ. Permukaan Al Naslaa dihiasi ukiran kuno yang diyakini berusia ribuan tahun.

Para arkeolog menyebut petroglyph ini bisa jadi penanda geografis, simbol keagamaan, atau bentuk ekspresi seni manusia purba. Hal tersebut terjadi karena batu ini terbuat dari batu pasir (sandstone) yang relatif lunak sehingga ukiran dan retakan alami dapat terbentuk lebih mudah.

Bagi wisatawan dan ilmuwan, Al Naslaa kini menjadi destinasi geologi dan budaya yang unik. Batu megah ini dapat ditemukan di wilayah Oasis Tayma, tidak jauh dari Cagar Alam Al Khanafah di Arab Saudi bagian barat laut.

Penulis adalah peserta magangHub Kemnaker di detikcom

Ranking PTN